Tata Cara Berwudhu Yang Berwudhu Yang Benar

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa berwudhu merupakan salah satu hal yang menjadi syarat bagi seseorang yang hendak melaksanakan sholat. Sholat seseorang dianggap sah jika berwudu terlebih dahulu. Sebaliknya, sholat seseorang dianggap tidak sah kalau tidak berwudhu terlebih dahulu.

Syarat Sah Salat, Ini 6 Rukun Wudu yang Perlu Kamu Ketahui
source gambar : popbela.com

Lantas bagaimana rukun wudhu atau tata cara wudhu yang benar? Yuk kita simak ulasan berikut ini.

  • Berniat Wudhu

Yang pertama adalah berniat wudhu (di dalam hati) untuk menghilangkan hadats, ikhlas karena Allah semata.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya.”

  • Mengucapkan Basmalah

Setelah itu ucapkan basmalah.

  • Membasuh dua telapak tangan sebanyak tiga kali

Mengambil air dengan tangan kanan lalu memasukkanya ke dalam mulut dan hidung untuk berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke hidung). Kemudian ber-istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan tangan kiri sebanyak tiga kali.

Cara berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis dari ‘Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu :

“Kemudian ia berkumur-kumur dan memasukkan air dalam hidung melalui satu telapak tangan dan hal demikian dilakukan sebanyak tiga kali.” ‘Abdullah bin Zaid mengatakan itulah cara wudhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam.” (HR. Muslim, no. 235).

Berdasarkan hadis di atas Ibnul Qoyyim menyimpulkan; Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam biasa menyambungkan antara berkumur-kumur dan memasukkan air dalam hidung (dengan satu cidukan, satu kali jalan). Nabi mengambil sebagian cidukan untuk mulut dan sebagiannya lagi untuk hidungnya.

Jadi yang sesuai dengan petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam adalah menyambungkan antara keduanya.

  • Membasuh seluruh wajah dan menyela-nyela jenggot sebanyak tiga kali

Dari ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam menyela-nyela air ke jenggotnya ketika berwudhu. (HR. Tirmidzi, disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah) (HR. Tirmidzi, no. 31; Ibnu Khuzaimah, 151, 152).

Disunnahkan untuk menyela-nyela jenggot ketika wudhu. Hal ini berlaku jika jenggot lebat (menutupi kulit). Namun jika jenggot tipis yang tidak sampai menutupi kulit, maka wajib dicuci, termasuk juga kulitnya.

  • Membasuh Tangan Hingga Siku

Dalam hal ini, basuhlah tangan kanan hingga siku bersamaan dengan menyela-nyela jemari sebanyak tiga kali lalu dilanjutkan dengan tangan kiri.

  • Menyapu Seluruh Kepala

Selanjutnya menyapu seluruh kepala dengan cara mengusap dari depan ditarik ke belakang, lalu ditarik lagi ke depan, dilakukan sebanyak satu kali, lalu dilanjutkan dengan menyapu bagian luar dan dalam telinga sebanyak satu kali.

  • Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki dan Berdoa

Basuhlah kaki kanan hingga mata kaki bersamaan dengan menyela-nyela jemari sebanyak tiga kali, lalu dilanjutkan dengan kaki kiri.

  • Berdoa

Usai berwudhu anda bisa membaca doa yang berbunyi :

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina.”

Artinya : “Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci.

Selain itu ada juga doa lainnya yang bisa anda baca :

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.”

Maha suci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. “  (HR. An-Nasai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *